
Ketika diriku sedang tenang berjalan
Tiba-tiba awan hitam melintas diatas ku
Tanpa memberi peringatan
Petir itu menyambarku
Membuat diriku tersungkur ditanah
Petir terus menyambar
Awan itu pun menghujani ku dengan batu
Batu menghantam tubuh ku
Petir terus menyambar
Seluruh tubuhku sakit dibuatnya
Namun secercah cahaya menyilaukan terlihat
Tubuh ku sakit tanpa suara
Aku meronta
Ku pahami rasa sakit itu nyata adanya
Namun cahaya bergerak menjauh
Sembil tertatih ku merangkak
Ku gerkkan semua bagian tubuh ku
Walau petir terus menyambar ku
Ku yakin bahwa petir akan sirna saat cahaya datang.
Tinggalkan komentar