Menulis untuk Sembuh #1

Halo….

ketika memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa sembuh dari depresi ku yang mulai kambuh kembali aku memutuskan untuk menulis ini pada blog ku. Awalnya aku sangat takut bila sakit yang ku alami ini di ketahui orang lain namun aku berusaha untuk tidak menstigma diriku sendiri dan orang lain yang mengalaminya, menyadari bahwa depresi bisa terjadi pada siapa saja dan tidak bisa kita kendalikan.

Aku memutuskan untuk membuat tulisan ini untuk mentrasfer beban pikiran ku serta membiasakan diriku untuk menulis agar trauma ku akan menulis bisa perlahan sembuh. Tulisan ini memang tidak banyak mengulas tentang seni, namun banyak hal dalam kehidupan di dalamnya. Aku melakukan ini untuk sembuh serta memberi tahu para pembaca yang mengalami hal ini bahwa kalian tidak sendiri dan kalian pasti dapat sembuh.

Memulai menulis ini hal yang terberat adalah motivasi untuk memulainya serta konsisten menjalaninya, ya kerana bagiku kondisi otak ku menghalangi itu semua, entah bagai mana setelah 3 bulan pasca menyelesikan perawatan dan pengobatan depresi di Madiun aku mengalaminya kembali, biasnya hanya sebatas kesedihan dan rasa kesendirian yang muncul ketika aku sedang libur kuliah namun yang kurasakan beberapa hari ini sedikit mirip dengan yang ku alami ketika awal depresi di Madiun. Pada beberapa hari ini aku sedang menyelesaikan beberapa tulisan yang merupakan tugas ujian tengah semester serta permintaan tolong dari kakak-kakak, menurutku bukan hal yang sulit tentang tugas dan temanya aku pun mengerjakan seperti biasanya dengan membuka laptop kemudian membuat dokumen di google drive, ku kerjakan hal ini di kost ku di Yogyakarta karena ini tempat yang nyaman dengan banyak pepohonan serta wifi yang cukup kencang namun sudah 3 hari aku menghadap laptop ku dan hanya beberapa baris yang ku tulis, aku pun mencoba mencari referensi di sana sini serta membangkitkan motivasi menulis ku dengan membaca dan melihat tokoh-tokoh yang ku kagumi namun tidak berhasi satupun, bahkan aku menanyai istri seorang yang biasanya sangat memotivasi ku dalam belajar, aku bertanya tentang cara beliau belajar yang bahkan sudah ku terapkan pada diriku, namun tulisan hanya bertambah beberapa baris, semakin malam semakin ku paksakan menulis namun hasilnya nihl, laptop bahkan sampai tidak mati beberapa hari ini tapi tak ada yang terbesit di otak ku sama sekali. Aku mulai membayangkan hal-hal yang terjadi setelahnya tentang pikiran orang-orang yang kecewa atas kinerja ku padahal aku sudah banyak pengalaman dan sangat ku minimalisisr masalah ini namun tetap tidak membuahkan hasil, akhiranya tubuh ku mulai sesak nafas dan mual, keinginan menyakiti diri juga mulai muncul, kondisi kost ku yang cukup berbahaya dan kamar ku di lantai 2 membuat ku mengunci kamar karena agar dapat ku tahan pikiran otomatis ini, ku pegang tangan ku erat-erat sambil mengis dan berterik dalam kesunyian, entah terasa sepreti ada belenggu tak kasat mata yang menahan ku aku puntak bisa tidur dan memaksa diriku tidur saat hari telah cerah. Besoknya aku bangun dan entah belum bisa apa-apa tidak ada niat untuk makan atau melakukan apapun, bahkana berkesenian yang selama ini menjadi motivasiku untuk hidup juga tak ada gairah sama sekali untuk melakukannya bahkan aku sangat takut bila kondisi ku ini akan menganggu orang yang ku temui. Aku diam dan berfikir bahwa dunia tetap berjalan ya, aku segera menggunakan otakku dan berfikir aku harus sembuh, ku cari kontak dan dokter yang sekiranya bisa ku jangkau, serta memikirkan beragam cara untuk sembuh dan menulis ini adalah salah satu yang ku pikirkan, pokoknya aku ingin sembuh dan bisa menjadi ilmuan serta kurator yang bisa memberi manfaat untuk diriku dan sekitar ku.

Yogyakarta, 31 Oktober 2022

Tinggalkan komentar

Situs yang Dikembangkan dengan WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai