Ketika selesai periksa aku bercerita ke Doktor Tejo tentang diagnosis dokter dan bahwa aku diberikan obat kembali. Beliau pun langsung mengirim pesan diatas. Entah bagaimana aku menangapinya tapi aku ingin sembuh pastinya. Aku tahu kalau pakai obat maka rasa enak dan lega cepat sekali bereaksinya, tentu karena aku sudah melakukannya selama 6 bulan, nah karena... Continue Reading →
Menulis Untuk Sembuh 2 “The Power of Art ketika keinginan menyakiti diri muncul”
Halo tulisan ini seperti sebelumnya bertujuan untuk sebagai catatan etnografi narasi menuju kesembuhan wkwkwk. Menulis ini ketika menjelang tidur dengan menggunakan HP. Hari ini dan kemarin seperti yang lalu aku kesulitan untuk mengakses otak ku. Namun aku tahu aku lebih baik tetap kuliah untuk melihat performance dosen-dosen dan bertemu teman-teman ku. Namun keinginan menyakiti diri... Continue Reading →
Menulis untuk Sembuh #1
Halo.... ketika memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa sembuh dari depresi ku yang mulai kambuh kembali aku memutuskan untuk menulis ini pada blog ku. Awalnya aku sangat takut bila sakit yang ku alami ini di ketahui orang lain namun aku berusaha untuk tidak menstigma diriku sendiri dan orang lain yang mengalaminya, menyadari bahwa depresi bisa... Continue Reading →
Sekedar Menulis
Hy aku ingin bertanya pada diri ku sendiri tentang kenapa aku takut menulis, takut melakukan ini dan itu takut mengambil keputusan dan lain sebagainya. Entah aku selalu melihat bayangan ketika di pukuli atau di hardik oleh orang-orang, padahal aku sadar bahwa tidak seburuk itu sebenarnya. Yang lebih lucu adalah tentang cita-cita ku di masa depan... Continue Reading →
Ketika Aku Akan Menyerah Namun Semesta Menunjukkan Jalan #1
2016 ketika diriku masih ragu dengan kuliah seni rupa murni yang ku jalani. Ya gimana aku tidak ragu karena itu jurusan baru, akreditasinya belum ada, serta ku lihat peluang ku untuk jadi PNS mendekati 0%. Aku sangat ragu dan ingin rasanya keluar atau pindah ke prodi sebelah yaitu Pendidikan Seni Rupa. Tapi rasa "eman" itu... Continue Reading →
Hanya Menulis #3
Ketika sedang memulai ada saja rintangan yang tidak terduga muncul. Hay nama ku Shalihah bisa dipanggil Liha, Shely, atau apapun yang kamu tahu. Aku mahasiswa prodi seni rupa murni yang baru saja yudisium bulan kemarin. Kalau dari rentang nilai IPK sepertinya aku dapat predikat Cumlud. Aku senang akan itu. Memang masa study ku terlihat biasa... Continue Reading →
Hanya Menulis #2
Melewati hari... Rebahan sambil menatap langit-langit dan layar smartphone. Aku melihat orang-orang dan teman-teman ku telah berproses. Banyak pula anak seumuran ku yang bisa membeli Iphone. Namun tidak dengan ku. Aku masih belum jadi apa-apa dan bingung melakukan apa.... Skip dulu ya, buku-buku menunggu untuk di baca....
Hanya Menulis #1
Hanya menulis... Entah mengapa sesulit itu? Benar juga kata guruku bahwa dalam membuat karya yang sulit adalah persiapannya. Sulit untuk memulai. Hal itu lah yang ku alamai. Maka dari itu aku heran. Heran kepada keinginan ku sendiri yang cenderung tak logis dengan pengalaman ku. Rasanya seperti aku sedang menantang kelemahan ku. Seperti ungkapan, "mengapa pilih... Continue Reading →
Sebuah Kisah #3 “Seorang Kucing yang Bernama Hachiko”
Hachiko and Shalihah Hey kawan... Ku perkenalkan kucing yang ada di sebelahku ini, namanya Hachiko. Sengaja ku beri nama demikian karena aku ingin dia bisa setia seperti Hachiko anjing yang ada di Jepang itu. Hachiko ini kucing ke 5 yang telah ku pelihara. Namun aku tak memasukkan ia dalam sebuah kandang. Aku hanya memintanya untuk... Continue Reading →
Sebuah Kisah #2 “Merasakan Kenikmatan Pepohonan”
Ternyata selama ini saya telah hidup dalam lupa dan ketidak sadaraan. Entah dulu apa yang telah ku pikirkan hingga di usia 22 tahun baru menyadarinya. Pada usia 0-4 tahun saya pernah tinggal di sebuah desa yang sangat dekat dengan hutan. Saat membuka pintu belakang rumah, hutan dapat saya lihat dengan mudah. Saya pun sangat sering... Continue Reading →