Menulis Untuk Sembuh 2 “The Power of Art ketika keinginan menyakiti diri muncul”

Halo tulisan ini seperti sebelumnya bertujuan untuk sebagai catatan etnografi narasi menuju kesembuhan wkwkwk. Menulis ini ketika menjelang tidur dengan menggunakan HP. Hari ini dan kemarin seperti yang lalu aku kesulitan untuk mengakses otak ku. Namun aku tahu aku lebih baik tetap kuliah untuk melihat performance dosen-dosen dan bertemu teman-teman ku. Namun keinginan menyakiti diri... Continue Reading →

Menulis untuk Sembuh #1

Halo.... ketika memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa sembuh dari depresi ku yang mulai kambuh kembali aku memutuskan untuk menulis ini pada blog ku. Awalnya aku sangat takut bila sakit yang ku alami ini di ketahui orang lain namun aku berusaha untuk tidak menstigma diriku sendiri dan orang lain yang mengalaminya, menyadari bahwa depresi bisa... Continue Reading →

Sekedar Menulis

Hy aku ingin bertanya pada diri ku sendiri tentang kenapa aku takut menulis, takut melakukan ini dan itu takut mengambil keputusan dan lain sebagainya. Entah aku selalu melihat bayangan ketika di pukuli atau di hardik oleh orang-orang, padahal aku sadar bahwa tidak seburuk itu sebenarnya. Yang lebih lucu adalah tentang cita-cita ku di masa depan... Continue Reading →

“Jalan Sunyi” Pameran Tunggal ke 3 Anang Prasetyo

Dalam menjalani kehidupan, tindakan serta laku adalah pilihan-pilihan yang dibuat oleh manusia. Pilihan yang menghantarkan manusia pada pilihan lain ataupun pada sebuah pencapaian. Seperti halnya pada pameran tunggal ke-3 Anang Prasetyo yang bertajuk “Jalan Sunyi” yang terinspirasi dari Judul lagu ciptaan Emha Ainun Najib atau Cak Nun serta interpretasi dari lakon Dewa Ruci. “Jalan Sunyi”... Continue Reading →

Sinopsis Buku “The Old Man and The Sea”

Buku ini menceritakan seorang nelayan tua yang bernama Santiago. Ia tinggal di sebuah desa nelayan. Santiago adalah nelayan tua yang sering diremehkan oleh nelayan lain di desa tersebut. Hal ini karena ia sering pulang dengan tangan hampa saat melaut. Namun nampakknya ada satu orang di desa itu yang tetep percaya padanya, yaitu seorang anak muda... Continue Reading →

Menyapa Diri

Hay Buku Lama tak berjumpa dengan mu Maaf aku terlalu asik dengan gedget ku Sampai lupa dengan mu Aku sangat sadar... Aku terlalu banyak mengeluh Aku heran dengan diriku Aku sudah punya banyak modal Aku sudah punya banyak teman Uang masih cukup Lantas apa yang ku cari??? Saat ini aku sulit Memihak benar dan salah... Continue Reading →

Awan Hitam

Ketika diriku sedang tenang berjalan Tiba-tiba awan hitam melintas diatas ku Tanpa memberi peringatan Petir itu menyambarku Membuat diriku tersungkur ditanah Petir terus menyambar Awan itu pun menghujani ku dengan batu Batu menghantam tubuh ku Petir terus menyambar Seluruh tubuhku sakit dibuatnya Namun secercah cahaya menyilaukan terlihat Tubuh ku sakit tanpa suara Aku meronta Ku... Continue Reading →

Hanya Menulis #3

Ketika sedang memulai ada saja rintangan yang tidak terduga muncul. Hay nama ku Shalihah bisa dipanggil Liha, Shely, atau apapun yang kamu tahu. Aku mahasiswa prodi seni rupa murni yang baru saja yudisium bulan kemarin. Kalau dari rentang nilai IPK sepertinya aku dapat predikat Cumlud. Aku senang akan itu. Memang masa study ku terlihat biasa... Continue Reading →

Situs yang Dikembangkan dengan WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai