Seni Membantuku Tetap Hidup

Terlihat baik-baik saja di luar, namun tidak untuk di dalam.

Saat seseorang terlihat baik-baik saja, bisa tersenyum…. bukankah ia terlihat baik-baik saja, ia sedang bahagia???…

Namun tak tahu dengan yang ada di dalam dirinya, seperti perasaan dan yang sedang ia pikirkan. Terkadang manusia akan mengunakan topeng untuk menunjukkan ekspresinya, tersenyum dan terkesan “Aku tidak apa-apa, aku sedang bahagia”.

Terbesit pertanyaan, “kenapa tak kau ungkapkan saja?…”

“Bagaimana ingin ku ungkapkan dan ku beritahukan masalahku pada mereka?… lingkungan dan masyarakat menuntut untuk tak terjadi masalah, menjadi manusia yang baik dengan memegang teguh norma-norma yang mereka buat.”

…………

Oh, aku memang sedang berbicara dengan diri ku sendiri, sering ku lakukan memang, atau mungkin tidak. Pandangan ku akan dunia dan manusia memang sedikit berubah akhir-akhir ini, mungkin terjadi karna serangkaian terapi serta bacaan yang ku lakukan. Serta beberapa teman-teman yang mendukungku dari depan dan belakang.

Tenang lah, itu bukan terapi yang mahal, tak susah untuk di lakukan, cukup dengan alat-alat sederhana dan kemauan. Aku tak tahu, mungkin bila dilakukan dengan bimbingan profesional di luar sana akan sangat mahal…. tapi untungnya diriku cukup beruntung, di semester ke 5 aku memperoleh pengetahuan itu dari kuliah pisikologi seni yg ku ikuti. Terapi yang kujalani disebut  ‘Art Terapi’ ku lakukan dengan mengambar dan menulis, dengan sensasi nyaman yang kurasakan saat pertamakali melakukannya maka ku lakukan terus terapi ini, yang entah akan ku lakukan hingga berapa kali. Memanglah diawal-awal tak mudah, yang hampir setiap hari membuatku menagis dan kadang aku merasakan sakit yang amat sangat. Tapi hasilnya diriku menjadi lebih baik, hidupku entah mengapa terasa lebih nyaman dan ringan walau tentu saja aku masih harus menyelesaikan masalah yang ada pada diriku sendiri. Kesehatan ku juga jadi lebih baik. Bila mengingat-ingat prosesnya sunguh berat dan menyakitkan, namun sepertinya itu bergantung masing-masing individu, bergantung masalah apa yang ia miliki dan bergantung pula apa yang ingin ia selesaikan.

………..

Kembali lagi, mengingat keadaan seseorang yang terlihat baik-baik saja di luar namun belum tentu di dalam. Entah mengapa gangguan pisikologis selalu coba untuk di sembunyikan, terkadang marah, menagis dan mencoba untuk bercerita maupun mengatakan keadaan dan perasaan yang di alami kepada keluarga namun mereka selalu meminta untuk diam dan katanya “jangan bilang aneh-aneh, jangan mikir aneh-aneh”, padahal bantuan mereka sangat dibutuhkan. Setidaknya dengarkan atau bawa ke orang yang bisa menolong dengan tepat seperti para pisikolog atau piskiatri, namun dengan alasan nama baik keluarga itu tak dilakukan.

Bercerita pada teman pun sama saja, mereka mengangap cerita itu untuk cari perhatian atau cuma membuat-buat alasan…..

Bagaiman bila hidupmu tidak ada yang menerima keberadaan mu? Di sekolah teman-teman menolakmu dan di rumah juga di tolak. Entah berapakali bunuh diri mencoba untuk dilakukan, pisau, tali, gedung itulah yang di pikirkan. Untunglah tak sampai membuat mati terbunuh, untung ingatan selalu kembali pada sesuatu yang mencoba untuk ku lakukan dan ingin ku kembangkan.

Teringat gambar-gambar yang telah di buat, teringat imajinas-imajinasi yang selama ini belum tercurahkan, teringat hal-hal yang ingin di kembangka, teringat pula keadaan diri sendiri yang sangat tidak nyaman dan berharpa kejadian ini tak menimpa orang lain.

Seni yang entah kenapa memberi rasanyaman dan penasaran yang berkali-kali lipat, ini menyenagkan. Sering saat sedang membuat karya seni masalah-masalah dan beban hidup dapat di lupakan sejenak atau masalah hidup, beban-beban pikiran dapat terkeluarkan melalui seni. Orang-orang yang memang bergelut di bidang seni entah mengapa membuat nyaman saat sedang berkumpul dengan mereka atau sekedar mengobrol dengan mereka, namun banyak yang meremehkan seni atau bahkan banyak pelaku seni yang sedikit demi sedikit mulai mundur karena mereka butuh makan dan butuh uang untuk hidup namun seni malah membuat banyak kecemasan menjadi muncul. Seperti bila seorang anak ingin belajar seni lebih serius maka akan dipertanyakan bagaimana masadepannya atau membuat cemas para manusia yang sedang mempertaruhkan hidupnya dalam bidang seni.

Tentu saja itu masalah yang pasti dapat di selesaikan…..

Terlihat baik-baik saja di luar, namun tidak untuk di dalam.

Saat seseorang terlihat baik-baik saja, bisa tersenyum…. bukankah ia terlihat baik-baik saja, ia sedang bahagia???…

Namun tak tahu dengan yang ada di dalam dirinya, seperti perasaan dan yang sedang ia pikirkan. Terkadang manusia akan mengunakan topeng untuk menunjukkan ekspresinya, tersenyum dan terkesan “Aku tidak apa-apa, aku sedang bahagia”.

Terbesit pertanyaan, “kenapa tak kau ungkapkan saja?…”

“Bagaimana ingin ku ungkapkan dan ku beritahukan masalahku pada mereka?… lingkungan dan masyarakat menuntut untuk tak terjadi masalah, menjadi manusia yang baik dengan memegang teguh norma-norma yang mereka buat.”

…………

Oh, aku memang sedang berbicara dengan diri ku sendiri, sering ku lakukan memang, atau mungkin tidak. Pandangan ku akan dunia dan manusia memang sedikit berubah akhir-akhir ini, mungkin terjadi karna serangkaian terapi serta bacaan yang ku lakukan. Serta beberapa teman-teman yang mendukungku dari depan dan belakang.

Tenang lah, itu bukan terapi yang mahal, tak susah untuk di lakukan, cukup dengan alat-alat sederhana dan kemauan. Aku tak tahu, mungkin bila dilakukan dengan bimbingan profesional di luar sana akan sangat mahal…. tapi untungnya diriku cukup beruntung, di semester ke 5 aku memperoleh pengetahuan itu dari kuliah pisikologi seni yg ku ikuti. Terapi yang kujalani disebut  ‘Art Terapi’ ku lakukan dengan mengambar dan menulis, dengan sensasi nyaman yang kurasakan saat pertamakali melakukannya maka ku lakukan terus terapi ini, yang entah akan ku lakukan hingga berapa kali. Memanglah diawal-awal tak mudah, yang hampir setiap hari membuatku menagis dan kadang aku merasakan sakit yang amat sangat. Tapi hasilnya diriku menjadi lebih baik, hidupku entah mengapa terasa lebih nyaman dan ringan walau tentu saja aku masih harus menyelesaikan masalah yang ada pada diriku sendiri. Kesehatan ku juga jadi lebih baik. Bila mengingat-ingat prosesnya sunguh berat dan menyakitkan, namun sepertinya itu bergantung masing-masing individu, bergantung masalah apa yang ia miliki dan bergantung pula apa yang ingin ia selesaikan.

………..

Kembali lagi, mengingat keadaan seseorang yang terlihat baik-baik saja di luar namun belum tentu di dalam. Entah mengapa gangguan pisikologis selalu coba untuk di sembunyikan, terkadang marah, menagis dan mencoba untuk bercerita maupun mengatakan keadaan dan perasaan yang di alami kepada keluarga namun mereka selalu meminta untuk diam dan katanya “jangan bilang aneh-aneh, jangan mikir aneh-aneh”, padahal bantuan mereka sangat dibutuhkan. Setidaknya dengarkan atau bawa ke orang yang bisa menolong dengan tepat seperti para pisikolog atau piskiatri, namun dengan alasan nama baik keluarga itu tak dilakukan.

Bercerita pada teman pun sama saja, mereka mengangap cerita itu untuk cari perhatian atau cuma membuat-buat alasan…..

Bagaiman bila hidupmu tidak ada yang menerima keberadaan mu? Di sekolah teman-teman menolakmu dan di rumah juga di tolak. Entah berapakali bunuh diri mencoba untuk dilakukan, pisau, tali, gedung itulah yang di pikirkan. Untunglah tak sampai membuat mati terbunuh, untung ingatan selalu kembali pada sesuatu yang mencoba untuk ku lakukan dan ingin ku kembangkan.

Teringat gambar-gambar yang telah di buat, teringat imajinas-imajinasi yang selama ini belum tercurahkan, teringat hal-hal yang ingin di kembangka, teringat pula keadaan diri sendiri yang sangat tidak nyaman dan berharpa kejadian ini tak menimpa orang lain.

Seni yang entah kenapa memberi rasanyaman dan penasaran yang berkali-kali lipat, ini menyenagkan. Sering saat sedang membuat karya seni masalah-masalah dan beban hidup dapat di lupakan sejenak atau masalah hidup, beban-beban pikiran dapat terkeluarkan melalui seni. Orang-orang yang memang bergelut di bidang seni entah mengapa membuat nyaman saat sedang berkumpul dengan mereka atau sekedar mengobrol dengan mereka, namun banyak yang meremehkan seni atau bahkan banyak pelaku seni yang sedikit demi sedikit mulai mundur karena mereka butuh makan dan butuh uang untuk hidup namun seni malah membuat banyak kecemasan menjadi muncul. Seperti bila seorang anak ingin belajar seni lebih serius maka akan dipertanyakan bagaimana masadepannya atau membuat cemas para manusia yang sedang mempertaruhkan hidupnya dalam bidang seni.

Tentu saja itu masalah yang pasti dapat di selesaikan…..

Situs yang Dikembangkan dengan WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai